Puisi menuju ketengan Bathin
Mungkin karena semu hingga
Air mata dan tawa tak lagi menjadi nyata
Tetesanya tak berarti sedang berduka
Tawanya pun tak berarti bersuka cita
Bahkan teriakan dan dan jeritahya seolah tak terdengar dan tak lagi bermakna..
Sungguh...Ini mungkin terjadi
Terbitnya matahari yang indah sepertii tak menyinari,
Bentangan alam nan mempesona juga seolah tak menghadiri
Oya
Mungkin ini hanya keindahan jemari
Cukup 1 2 3 ... lalu hilang dari sanubari
Ingin rasanya berteduh tuk menenangkan diri
Tuk lebih dekat dengan sang pemilik hati
Bersendau garau bercumbu bercinta agar menemukan perjalanan yang hakiki
Selalu bersua bersanding menyatu agar mencairkan kerasnya hati..
Tuhan
Senyum pesona Mu sungguh indah
Semua berlari mengejar dan tak akan menyerah
Di manapun akan diraih akan ditempuh meskipun terkadang harus mengalah
Sejatinya terwujudnya damai, indah dan tak ada lagi resah dan gelisah
Sungguh Kaulah pemilik hati
Tempatkan agar selalu dekat dengan perintahMu
Jauhkan murka kesombongan kedengkian yang membuat semakin jauh dari rahmatMu
Biarlah
Aku rela pergi pagi pulang pagi
Hanya untuk meraih ridho ilahi
#sbwdankeluarga
#anakputumbah
Puisinya Syahdu
BalasHapus