indahnya Istiqamah
Indahnya Istiqamah dalam Ketaqwaan
sungguh indah dan beruntung tentunya bagi mereka yang semkin meningkatkan
keimanan dan ketaqwaan dan tetap menjalan amalan-amalan ramadan dan
meningkatkannya dibulan syawal ini
Tuk itu.. pada kesmpatan yang baik ini sedidkit khatib akan menyampakan
“indahnya instiqamah dalam ketaqawaan”
Istiqamah
Secara harfiah Itiqamah juga berarti: Lurus, teguh pendirian, dan tetap
: Keadaan atau upaya seseorang untuk tetap teguh untuk mengikuti jalan yang
benar jalan yang diridoi Allah SWT, (ensiklopedi Islam)
Di antara ayat yang menyebutkan keutamaan istiqomah adalah firman Allah Ta’ala,
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami
ialah Allah” kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka
malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa
takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh)
surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.” (QS. Fushilat: 30)
قَالَ
قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قُلْ لِى فِى الإِسْلاَمِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ
أَحَدًا بَعْدَكَ - وَفِى حَدِيثِ أَبِى أُسَامَةَ غَيْرَكَ - قَالَ « قُلْ
آمَنْتُ بِاللَّهِ فَاسْتَقِمْ ».
“Wahai Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam, ajarkanlah kepadaku dalam
(agama) islam ini ucapan (yang mencakup semua perkara islam sehingga) aku tidak
(perlu lagi) bertanya tentang hal itu kepada orang lain setelahmu [dalam hadits
Abu Usamah dikatakan, "selain engkau"]. Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda, “Katakanlah:
“Aku beriman kepada Allah: isyiqamahlah” (maktabah
Syamilah)shahih muslim bab jaim’ aushofil islam
Begitu istimewanya orang-oang yang
istiqamah, karena merakalah yang akan mendapatkan kemenangan dihari akhir
kelak, orang yang dijanjikan Allah sebagai penghuni surga dan tidak ada duka
kecualai bahagia selamanya.
Seperti firman Allah subhanahu
wa ta’ala,
إِنَّ
الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا
اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ,
أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا
يَعْمَلُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami
ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada
kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka
itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas
apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al Ahqaf: 13-14)
Hadirin
yang berbahgia,
karena
begiti penting berbuat istikamah sehingga Allah menyebut
kata istikamah dalam alquran 10 x dalam bentuk fiil amar dann sekali menggunakan kata sifat,(ensiklopedi
Islam Jilid 3 ) yang berarti sebuah peintah sebuah keharusan bagi orang-orang
yang beriman.
فَمَا
اسْتَقَامُوا لَكُمْ فَاسْتَقِيمُوا لَهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ
maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah
kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai
orang-orang yang bertakwa: (ataubah :7)
ayat diatas juga sejalan dalam hadis yang diriwayatkan
dari imam ahmad dari Anas bin malik: rasullah bersabda: tidaklah dapat
istiqamah iman seseorang hamba, sehingga hatinya istiqamah, hati tidak akan
istikamah, sehingga lisannya istikamah.
Saudaraku yang terhormat : dari sini dapat kita katakan
orang yang memiliki keserasian hati lisan dan perbuatan dan didasari rasa
keimanan maka itulah yang memiliki keteguhan dalam
menjalankn perintah Allah, kasatuan atara jiwa dan raga. Kesatuan antara hati,
lisan/ucapan, dan tindakan;
Bukan seperti oang munafik yang manis dalam ucapan, indah
dalam perbuatan, tapi racun dalam keyakinan
Keistimwaan lainya:
Doanya terkabulkan
Sebagaiman firman Allah
قَالَ قَدْ أُجِيبَتْ دَعْوَتُكُمَا فَاسْتَقِيمَا وَلَا تَتَّبِعَانِّ
سَبِيلَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ [١٠:٨٩]
AlIah berfirman: "Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu
berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah
sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui".
Dalam penjelasannya
ibnu kasir menggambarkan bahwasannya allah juga memerintahkan kepada para rasul
dan hambanya yang beriman untuk tetap dan terus menerus istiqamah karena
istikamah merupakan pertolongan yang terbesar atas segala permusuhan dan untuk
menentang kejahatan.
فَلِذَٰلِكَ
فَادْعُ ۖ وَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ ۖ وَقُلْ آمَنْتُ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنْ كِتَابٍ ۖ وَأُمِرْتُ لِأَعْدِلَ بَيْنَكُمُ
Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan
tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu
mereka dan katakanlah: "Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan
Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil diantara kamu. Allah-lah Tuhan
kami dan Tuhan kamu
Kemulyaann istkamah berikutnya adalah
Istiqamah berfungsi sebagai pencegah bagi muslim agar
terhindar dari maksiat dan inkar kepada Allah
فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ ۗ وَوَيْلٌ لِلْمُشْرِكِينَ [٤١:٦]
maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun
kepada-Nya. Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya,
Komentar
Posting Komentar